PERAN GENERASI MUDA DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA
        Waktu datang silih berganti begitupun juga dari satu generasi ke generasi lainnya. Sebuah bangsa yang maju ditandai dengan orang-orang didalamnya yang maju juga. Entah dalam bidang apapun itu, oleh karena itu sebelum membentuk bangsa dan generasi muda yang maju maka hendaknya dibentuklah terlebih dahulu semua unsur yang membentuknya. Sesuatu yang sangat dasar, yang melandasi unsur-unsur lain yakni karakter. Karena dari karakter yang baik maka terbentuk pula pribadi yang baik. Untuk itu generasi muda berperan penting dan besar dalam membangun bangsa. Karena masa depan suatu bangsa ada ditangan pemudanya yang kelak akan mennggengam perannan bangsa dan mewujudkan masa depannya.  
Oleh karena itu sebagai generasi muda penerus bangsa yang baik hendaknya pemuda juga harus mempunyai kepribadian yang baik dimana akan menghasilkan perbuatan yang baik pula. Untuk itu pendidikan karakterlah sebagai asas terbentuknya pribadi yang baik karana karakter seseorang akan membentuk kepribadian dan perilaku orang tersebut. Untuk itu seorang pemuda dibebankan akar bisa menguasai interpersonal skill yang ia punya entah yang mencakupi hard skill ataupun soft skill. Karena dengan interpersonal skill yang baik kita dapat mewujudkan pribadi dan karakter yang baik.
Kata character berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti to engrave (melukis, menggambar), seperti orang yang melukis kertas, memahat batu atau metal. Berakar dari pengertian yang seperti itu, character kemudian diartikan sebagai tanda atau ciri yang khusus, dan karenanya melahirkan sutu pandangan bahwa karakter adalah, pola perilaku yang bersifat individual, keadaan moral seseorang. Tujuan pendidikan karakter sangatlah banyak diantaranya merupakan cara terbaik untuk menjamin seseorang memiliki kepribadian yang baik dalam kehidupannya, untuk meningkatkan prestasi akademik, menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan problem moral-sosial, merupakan persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di lingkungan, serta mengajarkan nilai-nilai budaya merupakan bagian dari kerja peradaban. Pendidikan karakter yang baik inilah yang akan mecetak karakter bagsa yang baik.
 Setelah melewati tahap anak-anak, seseorang memiliki karakter, cara yang dapat diramalkan bahwa karakter seseorang berkaitan dengan perilaku yang ada di sekitar dirinya (Kevin Ryan, 1999: 5).  Karakter yang baik berkaitan dengan mengetahui yang baik (knowing the good), mencintai yang baik (loving the good), dan melakukan yang baik (acting the good). Ketiga ideal ini satu sama lain sangat berkaitan. Secara sederhana, pndidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Bertitik tolak dari definisi tersebut, ketika kita berpikir tentang jenis karakter yang ingin kita bangun pada diri anak, jelaslah bahwa ketika itu kita menghendaki agar mereka mampu memahami nilai-nilai tersebut, memperhatikan secara lebih mendalam mengenai benarnya nilai-nilai itu, dan kemudian melakukan apa yang diyakininya itu, sekalipun harus menghadapi tantangan dan tekanan baik dari luar maupun dari dalam dirinya.
Dalam mencapai pendidikan karakter yang baik tidaaklah mudah, tidak terjadi secara langsung begitu saja. Untuk  itu interpersonal skill menjawab tantangan yang ada, interpersonal skill menjadi jembatan pendidikan karakter tersebut. Interpersonal skill adalah kecakapan atau keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, baik dalam berkomunikasi verbal maupun non verbal dengan tujuan untuk mengembangkan kerja secara optimal. Didalamnya juga diajarkan berbagai macam kemampuan, kemampuan yang dimiliki oleh seseorang sehingga ia mampu berinteraksi sosial dengan sesamanya untuk memahami berbagai situasi sosial dimanapun berada serta bagaimana orang tersebut menampilkan tingkah laku yang sesuai dengan harapan orang lain yang merupakan interaksi dari individu dengan individu lain. Kemampuan Intrapersonal skill meliputi transforming character Transforming Beliefs, change management, stress management, time management, creative thinking processes, goal setting & life purpose, dan acelerated learning techniques
 Hal yang pertama kali disebutkan adalah transforming karakter yakni transformasi karakter dimana karakter menjadi hal yang paling  utama dalam peningkatan interpersonal skill. Point penting yang harus dimengerti dalam interpersonal skill adalah membentuk karakter diri sendiri. Banyak cara yang diterpkan dalam interpersonal skill pertama, mendengarkan yakni proses menangkap makna dari suara yang kita dengar bukan hanya sekedar mendengar suara dan akhirnya dikeluarkan lagi. Kedua, memberi umpan balik setiap bentuk komunikasi yang disampaikan kepada seseorang dengan tujuan agar orang tersebut mengetahui dampak perilakunya terhadap diri sendiri atau orang lain. Ketiga, mengelola konflik yang pada dasarnya konflik terjadi bila dalam satu peristiwa terdapat dua atau lebih pendapat atau tindakan yang dipertimbangkan.
Kurangnya interpersonal skill mengakibatkan manajer tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan anak buah maupun rekan kerjanya, sehingga mempengaruhi semangat tim, yang berpotensi menurunkan produktivitas mereka. Demikian halnya apabila diterapkan dalam lingkungan yang lebih luas seperti suatu bangsa, maka akan mengurangi pula kinerja bangsa tersebut. Maka tidak diragukan lagi interpersonal skill menjadi pelajaran penting bagi generasi muda untuk kemampuan dan masa depannya sendiri. Karena didalamnya diajrakan berbagai kemampuan yang dapat mengasah kemampuan diri sendiri.
                Cara-cara di mana individu dapat meningkatkan atau mengembangkan kecerdasan intrapersonal meliputi pertama, belajar untuk meluangkan waktu tenang sendirian untuk berpikir. Kedua, studi filsafat  khususnya sekolah yang berbeda pemikiran dari budaya yang berbeda. Ketiga megeksplorasi diri ketahuilah kemampuan diri sendiri sebanyak-banyaknya. Keempat, merekam dan menganalisis impian dan cita-cita yang dituju. Kelima, buatlah rencana pengembangan pribadi serta tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang untuk diri sendiri dan kemudian mengapresiasikannya. Keenam, pelajari biografi orang besar dengan kepribadian yang kuat yang membuat dampak yang nyata pada dunia. Ketujuh, terlibat dalam sehari harga diri meningkatkan perilaku - seperti daftar kesuksesan, self-talk positif dan seterusnya.
 Perguruan tinggi  dituntut untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik karakter mahasiswa dengan nilai-nilai yang baik. Interpersonal skill menjawab tantangan pendidikan karakter mahasiswa yang diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu seperti rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil. Hal- hal tersebut membantu mahasiswa untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka yang kelak bangsa ada di tangan mereka. Bangsa akan terus berkembang melalui jalan dan masanya suatu bangsa tidak mungkin akan diatur oleh generasi tua selamanya ada kalanya estavet perjuangan harus diteruskan agar senantiasa berkembang dan merdeka. Untuk itulah peran generasi muda sangat penting dalam kemajuan bangsanya dan bagaimana wujud bangsa itu kelak.
x

Komentar

Postingan populer dari blog ini