BANGKIT DAN JADILAH PEMIMPIN
Allah berfirman: Kamu adalah umat terbaik, yang dilahirkan untuk
manusia. Kamu menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar. Dan kamu
beriman kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Setiap kamu adalah pemimpin
dan
kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kamu pimpin’’ (H.R Bukhori)
Allah mengajarkan kita doa: Rabbana
hab lana min azwajina wa-dzurriyyatina qurrata a;yunin waj’alna lil-muttaqina
imama. “Ya Alla, karuniakanlah istri-istri dan anak-anak kami sebagai penyeju
mata dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S
Al-Furqon: 74). Doa ini memeberikan inspirasi bahwa kita harus bekerja keras
untuk menjadi yang terbaik, menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan.
‘Al-islamu ya’lu wala yu’la’, Tidak ada yang lebih tinggi dari
islam (H.R al-Baihaqi dan Daruquthni).Umat Islam adalah umat yang mulia yang
diserahi tugas umtuk menyebarkan karakter Nabinya mewujudkan Rahmatan Lil
Alamin.Generasi pertama umat islam tentu tidak sulit mengerti makna ayat-ayat
tersebut, karena saat itu mereka benar-benar menjadi umat yang disegani.Tentara
islam dikenal sebagai tentara yang tidak terkalahkan dan tidak gentar dalam menghadapi apapun.
Setiap dari pribadi besar muslim menggoreskan tinta emas bagi
sejarah kehidupan manusia.Nabi SAW bersabda, Manusia itu laksana barang.Siapa
yang terbaik diantara kamu di masa jahiliah, ia akan terbaik pula di masa
islam, jika ia faqih (alim) (H.R Bukhori). Allah menciptakan manusia dalam
kapasitas yang tidak sama satu sama lainnya.Ada yang cerdas ada pula yang
bodoh, karena itu tanggungjawab tiap orang tentu berbeda.Maka jika anda
termasuk mahasiswa dari kaum Muslimin, ingatlah posisi tersebut dalam
perjuangan penegakan kebenaran.Sadarlah bahwa Anda adalah bibit-bibit unggul,
asset umat yang kehadirannya ditunggu. Maka, sungguh keterlaluan jika Anda
bersikap egois dan memikirkan diri sendiri. Nabi SAW bersabda, Siapa yang
bangun pagi, dan ia hanya peduli pada masalah dunianya, maka ia tidak berguna
apa-apa di sisi Allah.Siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum Muslim, maka
ia tidak termasuk golongan mereka (H.R Ath-Thabrani).
Jadi umat kini menuggu uluran tangan yang mampu membimbing mereka
ke jalan yang benar dan menghilangkan belenggu-belenggu yang memasung kebebasan
dan kejumudan mereka.
Mengapa jadi pemimpin? Ali bin Abi Thalib r.a pernah melontarkan
ungkapan, ‘‘ Kebenaran
tanpa aturan yang rapi akan dikalahkan kebatilan yang tertata rapi.’’ Sudah
menjadi Sunnatullah, suatu aturan atau organisasi agar berjalan dengan baik memrlukan
kepemimpinan yang baik pula.Karena itu Rasulullah memrintahkan, jika Anda
bepergian dengan sebanyak tiga orang, angkatlah salah seorang menjadi pemimpin.Itu
kelompok kecil manusia apalagi masyarakat.
Jadilah orang yang berkualitas
memimpin.Berkuasa memang mudah namun berbeda dengan memimpin.Contohnya seorang
suami bisa jadi penguasa bagi anak dan istrinya namun belum tentu
kepemimpinannya diterima.Karena inilah kepemimpinan butuh sikap lahir batin.Kita
bisa memanfaatkan setiap peluang yang terlintas dihadapan kita walaupun menjadi
pemimpin kecil-kecilan karena setiap kita memimpin itu akan melatih tangggung
jawab.Karena sikap tanggung jawab tidak mungkin terbentuk kokoh begitu saja
butuh masa yang panjang agar bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan
bertanggung jawab.Sebagai contoh orang yang belajar berenang , beribu buku
panduan berenan tak akn membantu jika tidak langsung terjun ke dalam air.
Jangan takut gaga atau merasa tidak
mampu.Gagal adalah suatu yang wajar, ada kalanya masa dimana manusia berada di
bawah dan berada di atas layaknya roda yang berputar.Seorang pemimpin harus
terjun ke realita kehidupan ,berinteraksi dengan masyarakat,berjuang,jatuh dan
bangun.Ingatlah kualitas pemimpin bukan hanya dalam ‘kandang sendiri’ lihatlah
juga bagaimana ia di ‘kandang lawan’.Karena islam diturunkan bukan untuk orang
islam saja melainkan untuk seluruh umat yang ada di bumi ini.Kita harus
berlatih untuk menjadi besar dalam diri ataupun kelompok.
Kita harus memperhatikan setiap
perkembangan situasi yang ada di sekitar kita untuk belajar menyusun kerangka
masalah dan jalan keluarnya.Kita tidak boleh cuek ataupun tidak perduli dengan
sekitar kita terlebih jika masalah itu berhubungan dengan islam apalagi yang
ada di sekitar kita.Kita harus aktif dan jangan menunggu.Bila terjadi perbedaan
telitilah dimana letak perbedaan itu.Jika ita salah maha jangan segan untuk
segera merubahnya, buang jauh jauh sifat egosi dalam diri.Karena memang sebuah
perjuangan butuh pengorbanan.
Terakhir adalah jangan sampai kita lupa
terhandap Allah SWT. Harus senantiasa mengerjakan perintanNya dan menjauh
laranganNya, senantiasa menjalin hubungan baik denganNya.Tak kenal putus asa
apalagi sampai berprasangka buruk terhadapNya, Allah berfirman dalam surah al
Baqarah:152.Juga harus waspda dari syetan yang bekeliaran.Mereka adalah musuh
yang sangat berbahaya bagi manusia karena menjerumuskan manusia dalam perbuatan
keji dan malas untuk mengerjakan sesuatu.(Q.S an-Nas1-6)
Kondisi umat muslim sekarang sangatlah
butuh perhatian khusus dimana jumah banyak namun kualitas sedikit.Tidak punya
pendirian dan suka menikuti arus tradisi yang berlaku.Banyak yang terjanngkit
penyakit cinta dunia yang membuat umat ini terus terhinakan.Berbeda dengan
sikap kaum Yahudi yang rela berkorban sehingga mereka dapat mengalahkan kaum
muslim. Bangsa Yahudi mampu mengumpulkan dana yang besar dan ribuan miliansi
berani mati untuk mereput Palestina krena itulah mereka bisa.
Banyak manusia yng pandai namunmemiliki
pribadi yang lemah.Hidupnya mementingkan dirinya tujuannya hanya mencari harta
bergerak karena bukan dorongan jiwa dan akal.
Komentar
Posting Komentar