JOGJA ISTIMEWAKU
Kenapa
aku bisa bilang jogja sangat istimewa? Karena jogja adalah kota kelahiranku dan
setelah 11 tahun diriku di jogja aku pergi merantau untuk mencari ilmu. Aku
merantau ke daerah perbatasan antara jawa timur dan jawa tengah yakni ngawi.
Tidak banyak yang tahu tentang daerah ini, daerah ini juga tidak seistimewa
kota kelahiranku. Namun kota inilah menjadi piihanku untuk menutut ilmu di
pondok moderen daussalam gontor. Dari
sinilah hakikat rindu dan cintaku pada jogja kurasakan. Sebelum aku merantau
dan pergi ke daerah lain aku merasakan rasa yang biasa biasa saja tapi karena
aku sudah merantau dan pergi dari kota kelahiranku aku merasakan betapa rindunya diriku pada jogja. Mulai dari
keluarga, suasana hingga makannya.
Karena aku telah merasakan sulitnya hidup
di daerah perantauanku. Untuk mencari kebutuhan saja harus jauh pergi ke daerah
sebrang dengan biyaya dan perjalannan yang lumayan. Dalam faktor kesehatanpun
juga demikian. Belum ada rumah sakit yang lengkap dan canggih seperti yang ada
di Jogja banyak pilihan rumah sakit yang bagus dan canggih kita hanya tinggal
memilih. Karena pernah ada suatu musibah yang menimpa guru seniorku hingga
harus dilarikan ke rumah sakit terdekan akan tetapi apalah daya rumah sakit
terdekat belum mempunyai peralatan yan lengkap hingga akhirnya beliau haurus
dilarikan ke luar kota untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.
Dalam setahun aku pulang ke kampung
halmanku dua kali. Penuh perjuangan untuk bisa pulang ke Jogja istimewaku.
Segala hambatan dan rintangan kulalui hingga aku bisa pulang ke kampung halaman
yang aku banggakan. Penuh tantangan kerena sebelum menjalani liburan sekolahku
aku harus menghadapi ujian terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan sekolahku
selama enam tahun di pesantren diriku bagaikan pahlawan yang siap berjuang di
daerah asal tercinta. Sekian lama aku dilatih dan diajarkan berbagai hal aku
siap untuk mengajarkan ilmu yang sudah
kudapatkan dan terjun lagsung ke masyarakat. Disinilah edisi selanjutnya
lembaran baruku dimulai. Edisi pertama ketika aku dilahirkan ke muka bumi ini,
Jogjalah yang terpilih utukku edisi
kedua ketika aku merantau ke daerah sebrang dan edisi selanjutnya yang akan kuakhiri
di Jogja juga.
Hidup di jogja sangat nyaman, setiap
nafas yag ku hirup di kota ini mengandung ketenangan. Dari Jogja untuk Indonesia,
sangat tepat sekali karena di kota inilah terdapat salah satu universitas
terbaik yang ada di Indonesia yakni UGM. Tak hanya UGM saja melainkan banyak
universitas lain yang bagus juga seperti universitas swasta terbaik juga di
Indonesia yakni UII atau universitas Islam Indonesia. Untuk itu jogja memiliki
julukan kota pelajar karena banyaknya universitas yang bagus dan
bermacam-macam. Untuk itu mulai dari
kota kecil ini dari jogja untuk indonesia
Pola
hidup di jogja juga sangat menjunjung adat istiadat dan ramah tamah antar
sesama. Di era yang serba maju ini, Jogja tidak serta merta menghilangkan
keramahan kotanya. Ramah dalam segala hal dari hal yang terkecil seperti
masyaraka sekitar hingga hal-hal yang jarang diketahui banyak orang. Seperti
pada saat ini ditengah panas-panasnya pertandingan sepak bola dan beberapa
waktu lalu ada kasus supporter sepak bola antar daerah yang sempat menjadi
korban oleh temannya sendiri. Yogyakarta mendapat julukan supporter yang paling
ramah dan juga suportif tidak anarkis, urakan dan berbahaya. Sampai-sampai
ketika pertandingan berlangsung di stadion dengan rapi para supporter membuat
koreo-koreo seperti lambang-lambang dan
kata-kata.
Tidak
hanya itu, Jogja mempunyai lima daerah
dengan keunikan yang beragam mulai dari ujung selatan yang terkenal dengan
pantainya hingga ujung utara dengan gunungnya. Setiap sudut kota Jogja punya
keistimewaan dan cerita masing-masing. Susahnya move on dari Jogja itulah
tanggapan teman-temanku yang pernah main ke Jogja. Bahkan seminggu aja kurang
untuk jalan-jalan di kota tercinta ini. Kadang-kadang kota ini juga menjadi
perantara bertemunya sama doi. Awalnya temen sekampus apa sekantor eh akhirnya
temen serumah. Bisa dibayangkan to(read:bahasa jawa khas jogja) gimana enaknya
tinggal di Jogja.
Dari
rasa kenyamanan inilah hendaknya masyarakat Jogja termasuk aku sendiri harus
bersyukur dengan cara senantiasa menjaga lingkungan dan mentaati segala
peraturan yang sudah ada. Mulai dari menjaga kebersihan dengan membuang sampah
pada tempatnya, menjaga toleransi sesama
masyarakat dan lain sebagainya. Terutama untuk pemuda-pemudi generasi
penerus, harus senantiasa berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara. Karena masa depan bangsa ada di
tangan pemudannya. Karena itu menjadi Jogja menjadi Indonesia.
Komentar
Posting Komentar